
Activated Clotting Time Adalah ?
pemeriksaan untuk mengukur waktu pembekuan darah secara langsung menggunakan sampel whole blood. Tenaga medis menggunakan tes ini untuk memantau efek heparin secara cepat dan real-time.
Selain itu, pemeriksaan ACT sangat penting dalam prosedur seperti operasi jantung, hemodialisis, dan kateterisasi jantung. Dengan demikian, dokter dapat mengontrol risiko perdarahan dan trombosis secara lebih optimal.
Prosedur Pemeriksaan ACT
Pada pemeriksaan ini, tenaga medis memasukkan darah segar ke dalam tabung reaksi yang mengandung aktivator seperti celite, partikel kaca, atau kaolin. Setelah itu, sistem akan menghitung waktu hingga terbentuk gumpalan fibrin.
Selanjutnya, petugas memasukkan tabung ke dalam alat Hemonart CompactOne 9. Alat akan memutar dan memanaskan sampel pada suhu 37°C hingga fibrin terdeteksi secara mekanis.
Reagen dan Spesifikasi
- Tabung ACT BlacT dengan aktivator celite
- Tabung ACT BlacT Penutup hitam (flip-top)
- Kebutuhan sampel 2 ml darah
- Kemasan 100 test/box
- Kompatibel dengan Hemonart CompactOne 9
Langkah Pemeriksaan ACT
- Tekan tombol START
- Gunakan teknik dua tangan saat pengambilan darah
- Pastikan Tabung ACT BlacT Penutup hitam (flip-top) tertutup rapat
- Masukkan 2 ml darah
- Homogenkan 10 kali
- Masukkan Tabung ACT BlacT ke alat maksimal 60 detik
- Setelah terdeteksi gumpalan fibrin, tabung reaksi akan berhenti berputar, selanjutnya Tunggu hasil muncul di layar
Keunggulan Pemeriksaan ACT
Pemeriksaan ACT memberikan hasil yang cepat dan akurat. Selain itu, tenaga medis dapat langsung mengambil keputusan terkait dosis heparin. Oleh karena itu, metode ini menjadi standar dalam monitoring koagulasi modern.
Produk Hemonart CompactOne 9 juga telah tersedia di e-katalog pemerintah melalui Inaproc, sehingga memudahkan proses pengadaan fasilitas kesehatan:
https://katalog.inaproc.id/bintang-mono-indonesia/hemonart-compactone-9-act-analyzer
Kapan Pemeriksaan ACT Digunakan?
Tenaga medis menggunakan tes ACT dalam berbagai kondisi. Contohnya meliputi:
1. Operasi jantung terbuka (Bypass/CPB)
2. Hemodialisis
3. Tindakan kateterisasi jantung (PCI)
4. Prosedur dengan heparin dosis tinggi
Penggunaan metode ini membantu menjaga kondisi pasien tetap stabil selama tindakan medis berlangsung.
Kesimpulan
Activated clotting time adalah pemeriksaan penting untuk mengukur waktu pembekuan darah secara cepat dan akurat.
Melalui pemeriksaan ini, tenaga medis dapat mengontrol terapi heparin dengan lebih optimal. Risiko komplikasi seperti perdarahan dan trombosis juga dapat ditekan.
ACT kini menjadi bagian penting dalam sistem monitoring koagulasi modern.


No comment